Mitos Nyai Setan Sawah dan Air Bergelembung di Sumenep, Mana Mitos, Mana Fakta?
Mitos Nyai Setan Sawah adalah kisah kutukan tanah dan tumbal di persawahan, sedangkan kejadian seperti tanah amblas dan air bergelembung punya penjelasan ilmiah yang terukur.
- Nyai Setan Sawah atau Nyi Ranti adalah tokoh folklor tentang kutukan tanah dan tumbal panen.
- Air bergelembung di sawah Batuputih, Sumenep, menyebar ke beberapa titik dan sumur tua dalam tiga hari.
- Penjelasan ilmiahnya mengarah pada gas biogenik dangkal atau tekanan air tanah, dengan uji sampel oleh Dinas ESDM.
- Mitos berfungsi sebagai tafsir budaya, tetapi keselamatan warga bergantung pada penjelasan dan penanganan ilmiah.
Siapa Nyai Setan Sawah
atau Nyi Ranti dalam legenda?
Nyai
Setan Sawah, atau Nyi Ranti, adalah tokoh folklor perempuan tua yang tanahnya
dirampas dan disebut mengutuk sawah agar panen butuh tumbal.
Dalam
narasi yang beredar, Nyi Ranti kehilangan tanahnya karena dirampas secara paksa
oleh juragan tanah serakah bernama Pak Kamil.
Dalam
keputusasaan sebelum meninggal di tengah ladang yang tandus, ia mengutuk tanah
itu dan bersumpah tak akan ada panen berhasil tanpa nyawa atau tumbal.
Cerita
ini merupakan bagian dari folklor masyarakat agraris. Sumber narasinya berupa
dokumentasi cerita rakyat dan tidak berupa data ilmiah, sehingga sebaiknya
dibaca sebagai kisah budaya, bukan penjelasan penyebab kejadian alam.
Kenapa masyarakat
mengaitkan kejadian di sawah dengan tumbal?
Masyarakat
mengaitkan kejadian sawah dengan tumbal karena peristiwa alam yang tragis dan
tak terjelaskan pada masanya membutuhkan makna, dan legenda menyediakan
penjelasan yang mudah diingat.
Ketika
petani terperosok ke lumpur atau tanah amblas, masyarakat tradisional cenderung
menafsirkannya sebagai pengorbanan gaib atau tanah terkutuk.
Narasi
seperti ini juga berfungsi sebagai peringatan sosial agar orang berhati-hati
dan tidak serakah terhadap lahan.
Fenomena
serupa tidak hanya ada pada padi. Cerita rakyat tentang lahan pertanian lain
juga sering bercampur dengan fakta, seperti pada ulasan mitos dan fakta kebun teh.
Apa yang terjadi pada
air sawah bergelembung di Sumenep?
Di
Dusun Batu Putih Kenek, Sumenep, gelembung air membusa dari sawah milik
Mohamad, lalu menyebar ke beberapa titik dan sumur tua dalam tiga hari.
Kejadian
bermula ketika pemilik sawah mencari rumput dan melihat gelembung kecil.
Dalam
tiga hari, gelembung membesar dan menyebar ke beberapa titik persawahan serta
sumur tua di sekitarnya, menyerupai air mendidih (CNN Indonesia, berita
daerah).
Warga
khawatir akan kebocoran gas alam berbahaya atau banjir. Polsek Batuputih
memasang garis polisi di sekitar sumur tua untuk mencegah warga mendekat.
Air
tidak mengeluarkan bau menyengat, dan pengujian sampel dikoordinasikan dengan
Dinas ESDM Pemkab Sumenep.
![]() |
| Suasana folklor yang tidak menyeramkan |
Apa penjelasan ilmiah
gelembung air di sawah Sumenep?
Gelembung
air di sawah Sumenep secara ilmiah mengarah pada gas biogenik dangkal, seperti
metana rawa, atau dorongan tekanan hidrostatik pada akuifer dangkal.
Gas
biogenik dangkal adalah gas yang dihasilkan aktivitas mikroba saat bahan
organik membusuk di endapan aluvial. Gas ini dapat keluar lewat celah mikro
pada tanah dan membentuk gelembung di air.
Penjelasan
kedua adalah akumulasi tekanan hidrostatik lokal pada akuifer dangkal pesisir.
Tekanan air tanah yang naik mendorong gas bebas atau udara terperangkap keluar
melewati rekahan tanah aluvial. Kedua kemungkinan ini konsisten dengan fakta
bahwa air tidak berbau menyengat.
Penyebab
pasti tetap perlu dipastikan lewat uji sampel dan pemeriksaan lapangan oleh
pihak berwenang. Penjelasan di atas bersifat umum dan tidak menggantikan hasil
pengujian resmi.
Bagaimana perbandingan
mitos dan penjelasan ilmiah kejadian di sawah?
Perbandingan
menunjukkan bahwa setiap kejadian yang dikaitkan dengan mitos, seperti tanah
amblas, gagal panen, dan suara gemuruh, punya penjelasan geologi dan hidrologi
yang dapat diuji.
Berikut
ringkasan perbandingannya:
- Tanah
amblas: mitos menyebutnya tumbal atau
sumpah kuno Nyi Ranti, sedangkan sains menjelaskannya sebagai erosi buluh dan
runtuhnya rongga batuan karst.
- Gagal
panen atau puso: mitos menyebutnya
tanah terkutuk, sedangkan sains menjelaskannya sebagai degradasi agregat tanah,
hardpen, waterlogging, atau salinisasi.
- Suara
gemuruh atau getaran: mitos
menyebutnya makhluk gaib yang menagih janji, sedangkan sains menjelaskannya
sebagai pelepasan tekanan hidrostatik dan runtuhnya struktur tanah bawah
permukaan.
- Air
bergelembung: mitos menyebutnya
pertanda gaib, sedangkan sains menjelaskannya sebagai gas biogenik dangkal atau
tekanan air tanah.
Contoh
nyata ada pada sinkhole Situjuah Batua, yang dijelaskan Badan Geologi sebagai
erosi buluh, bukan kutukan. Rinciannya tersedia pada ulasan sinkhole sawah Situjuah Batua.
Kenapa gagal panen
sering dianggap kutukan padahal ada penjelasan tanah?
Gagal
panen sering dianggap kutukan karena penyebab tanahnya tidak terlihat, padahal
hardpen, genangan berlebih, dan salinisasi dapat merusak struktur tanah dan
menurunkan hasil padi.
Genangan
lebih dari dua bulan menciptakan kondisi anaerobik yang melarutkan oksida
perekat butiran tanah.
Struktur
tanah melemah, sehingga tanaman tumbuh buruk. Lapisan hardpen juga menghambat
air meresap, sehingga sawah mudah tergenang atau kebanjiran (Slamet, Forum
Geografi UMS, Juli 2013).
Karena
proses ini berlangsung di bawah permukaan dan bertahap, petani hanya melihat
hasilnya, yaitu panen yang gagal. Kondisi ini mudah dimaknai sebagai kutukan
bila penyebab fisiknya tidak dipahami.
Bagaimana cara
membedakan mitos dan fakta saat ada kejadian aneh di sawah?
Bedakan
mitos dan fakta dengan mencari penjelasan yang dapat diuji, melaporkan kejadian
ke pihak berwenang, dan menunggu hasil pemeriksaan resmi sebelum menyimpulkan
penyebabnya.
Langkah
praktisnya sederhana. Pertama, catat apa yang terlihat, seperti lokasi, waktu,
ukuran lubang, atau bau air.
Kedua,
jauhi area kejadian. Ketiga, laporkan ke aparat desa, kepolisian, atau dinas
terkait seperti yang dilakukan warga Batuputih.
Mitos
tetap bernilai sebagai warisan budaya. Namun keputusan yang menyangkut
keselamatan sebaiknya bertumpu pada pemeriksaan ilmiah. Ringkasan sains di
balik berbagai kejadian ini ada pada panduan misteri sawah tergenang air.
Kesimpulan
- Nyai Setan Sawah adalah folklor, dan penyebab kejadian di sawah dapat dijelaskan secara ilmiah.
- Gelembung air Sumenep menyebar ke beberapa titik dalam tiga hari dan diduga terkait gas biogenik atau tekanan air tanah.
- Laporkan kejadian ke pihak berwenang dan tunggu hasil uji resmi.
- Hargai mitos sebagai budaya, tetapi ambil keputusan keselamatan berdasarkan sains.

