Apa Penyebab Tanah Amblas 20 Meter dan Kenapa Airnya Biru Jernih?
Sinkhole sawah Situjuah Batua di Sumatera Barat terbentuk pada 4 Januari 2026 akibat erosi buluh dan rongga batu gamping di bawah tanah jenuh air.
- Sinkhole muncul pada 4 Januari 2026 di Pombatan, Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota.
- Lubang berdiameter sekitar 20 meter, kedalaman 15 sampai 20 meter, dan berair jernih kebiruan.
- Badan Geologi menyebut penyebabnya erosi buluh (piping) pada lapukan tuf batu apung di atas gamping malihan.
- Pakar BRIN dan geolog Sumatera Barat menekankan peran rongga karst dan tanah jenuh air.
Apa yang terjadi di
sawah Situjuah Batua pada 4 Januari 2026?
Pada
4 Januari 2026, tanah di sawah milik warga bernama Adromios di Nagari Situjuah
Batua, Limapuluh Kota, ambles mendadak setelah terdengar suara gemuruh
menyerupai ledakan.
Lokasi
kejadian berada di kawasan pertanian Pombatan, Jorong Tepi, Nagari Situjuah
Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.
Setelah
runtuh, lubang terus melebar hingga berdiameter sekitar 20 meter dengan
kedalaman 15 sampai 20 meter. Di dasarnya tergenang air yang tampak sangat
jernih dan berwarna kebiruan.
Kejadian
ini menarik perhatian publik karena skalanya besar dan terjadi di lahan
produktif. Badan Geologi Kementerian ESDM kemudian menyampaikan penjelasan
resminya pada 9 Januari 2026, lima hari setelah kejadian.
Apa penyebab sinkhole
menurut Badan Geologi Kementerian ESDM?
Menurut
Badan Geologi, sinkhole Situjuah Batua terjadi karena erosi buluh (piping),
yaitu pengikisan tanah bertahap oleh air bawah permukaan pada lapukan tuf batu
apung.
Pelaksana
Tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa sawah berdiri di atas
endapan lapukan batuan vulkanik berupa tuf batu apung bertekstur halus yang
mengandung mineral lempung. Di bawah lapisan itu terdapat alas batuan gamping
malihan yang bersifat kedap air (impermeable).
Karena
alasnya kedap air, air irigasi dan air hujan tertahan di atas batas kontak
kedua batuan. Air tersebut mengalir lewat rekahan dan mengikis material tanah
sedikit demi sedikit.
Curah
hujan wilayah ini berkisar 2.000 sampai 2.500 mm per tahun, dan sistem irigasi
yang kurang baik mempercepat prosesnya hingga rongga bawah tanah terbentuk lalu
runtuh (Badan Geologi Kementerian ESDM, Januari 2026).
Apa itu erosi buluh
atau piping?
Erosi
buluh atau piping adalah proses pengikisan material tanah oleh aliran air bawah
permukaan yang membentuk saluran atau rongga seperti pipa di dalam tanah.
Prosesnya
berlangsung tersembunyi. Dari permukaan, sawah tampak normal karena lapisan
atas masih menutupi rongga yang membesar di bawahnya.
Air
membawa partikel halus keluar sedikit demi sedikit, sehingga ruang kosong
terbentuk tanpa tanda yang jelas.
Ketika
rongga sudah terlalu besar atau tanah di atasnya menjadi berat karena jenuh
air, atap rongga tidak lagi mampu menahan beban. Tanah runtuh sekaligus dan
menghasilkan lubang mendadak, sering disertai suara gemuruh.
Kondisi
bawah tanah yang tak terlihat ini mengingatkan pada jaringan tersembunyi lain
di dalam tanah, seperti yang dibahas pada ulasan jaringan internet jamur tiram atau wood wide web.
Bedanya,
jaringan hayati menyalurkan nutrisi, sedangkan piping justru menggerus tanah.
Bagaimana pandangan
BRIN dan ahli geologi Sumatera Barat?
Ade
Edward dan Adrin Tohari dari BRIN menekankan peran rongga batu gamping atau
karst di bawah sawah sebagai pemicu utama amblesan tanah.
Ade
Edward adalah ahli geologi Sumatera Barat, sedangkan Adrin Tohari adalah Kepala
Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN. Adrin Tohari menjelaskan bahwa sinkhole
dipicu keberadaan rongga besar pada lapisan batu gamping.
![]() |
| Tampak atas sinkhole selebar sekitar 20 meter di tengah sawah, berisi air jernih kebiruan. |
Tanah
di atasnya yang jenuh air hujan menjadi lembek, mengalami penurunan daya dukung
mekanis, lalu terperosok masuk ke rongga tersebut.
Ade
Edward menambahkan bahwa tekanan air tanah alami di dalam rongga karst
meningkat selama musim hujan dan mendorong debit air naik ke permukaan.
Dua
pandangan ini tidak saling meniadakan. Erosi buluh dapat menjelaskan bagaimana
tanah tergerus, sedangkan rongga karst menjelaskan ke mana tanah itu runtuh.
Kenapa air di dalam
lubang sinkhole jernih berwarna kebiruan?
Air
di dalam sinkhole tampak jernih kebiruan karena batu kapur atau gamping
bertindak sebagai penyaring dan penjernih alami bagi air tanah yang mengalir
melaluinya.
Menurut
Ade Edward, sifat alami batu kapur menyaring partikel dari air tanah sehingga
air tampak sangat bening. Kejernihan itu membuat cahaya menembus lebih dalam,
dan warna kebiruan pun terlihat pada lubang sedalam belasan meter.
Air
jernih bukan berarti aman. Tepi lubang tetap rawan runtuh, dan air tidak boleh
diasumsikan layak minum tanpa pemeriksaan kualitas air oleh pihak berwenang.
Apa perbedaan pandangan
Badan Geologi dan BRIN dalam ringkasan?
Badan
Geologi menyoroti erosi buluh pada tuf batu apung di atas gamping malihan,
sedangkan BRIN dan geolog Sumatera Barat menyoroti rongga karst dan tanah
jenuh.
Berikut
perbandingan singkatnya:
- Badan
Geologi Kementerian ESDM: penyebab
utama piping oleh air irigasi dan hujan yang tertahan di atas gamping malihan
kedap air.
- BRIN
dan geolog Sumatera Barat: penyebab
utama rongga besar pada batu gamping yang tertutup tanah jenuh air.
- Titik
temu: air berlebih di bawah
permukaan, tanah yang melemah, dan runtuhnya tanah ke ruang kosong.
Bagaimana sinkhole bisa
dideteksi lebih dini?
Sinkhole
dapat dideteksi lebih dini dengan Ground Penetrating Radar (GPR), metode
geofisika non-destruktif yang memetakan rongga dan rekahan bawah tanah tanpa
menggali lahan.
GPR
memancarkan pulsa gelombang elektromagnetik ke dalam tanah. Saat gelombang
mengenai perbatasan material dengan sifat dielektrik berbeda, seperti rongga
udara, air, pipa, atau batuan, gelombang dipantulkan ke sensor dan direkam
sebagai citra (PT Antesena Geosurvey Indonesia, 2022).
Bagi
lahan di atas formasi karst, pemindaian berkala dapat membantu mengidentifikasi
rongga sebelum runtuh. Selain itu, perbaikan irigasi dan drainase mengurangi
air yang terkonsentrasi di satu titik.
Apa yang sebaiknya
dilakukan warga di sekitar sinkhole?
Warga
sebaiknya menjauhi tepi lubang, memasang penanda area berbahaya, dan melaporkan
perubahan tanah kepada aparat desa dan instansi geologi setempat.
Tanah
di sekitar sinkhole dapat terus turun, terutama setelah hujan deras. Jangan
berdiri di tepi lubang untuk berfoto atau mengamati dari dekat, dan jauhkan
anak-anak serta ternak.
Artikel
ini bersifat informasi umum. Penilaian keselamatan lokasi, kebutuhan evakuasi,
dan penanganan lahan harus diputuskan oleh Badan Geologi, pemerintah daerah,
dan pihak berwenang. Gambaran menyeluruh tersedia di panduan lengkap misteri sawah tergenang air.
Kesimpulan
- Sinkhole Situjuah Batua berdiameter sekitar 20 meter dan sedalam 15 sampai 20 meter.
- Erosi buluh dan rongga karst saling melengkapi sebagai penjelasan ilmiahnya.
- Air biru jernih berasal dari penyaringan alami batu gamping.
- GPR dan perbaikan drainase membantu deteksi serta pencegahan.

