Perawatan Baglog Jamur Tiram dengan Penyusunan dan Pengabutan yang Tepat
Perawatan baglog jamur tiram yang tepat meliputi penyusunan di rak berjarak minimal 30 cm dari tanah dan pengabutan air 2-3 kali sehari tanpa menyiram langsung.
- Rak paling bawah diletakkan minimal 30 cm dari tanah.
- Penyusunan vertikal cocok untuk kumbung sempit, sedangkan horizontal mempermudah panen.
- Pada 3 hari pertama, basahi lantai dan dinding, lalu lanjutkan pengabutan 2-3 kali sehari.
- Air tidak boleh disemprot keras langsung ke lubang baglog atau tubuh buah.
Di dalam baglog, jamur tiram
bekerja tanpa mulut dan akar. Ia mengeluarkan enzim asam yang melelehkan serbuk
kayu menjadi cairan nutrisi, lalu menyedotnya.
Reaksi enzim juga terjadi
dalam keseharian, misalnya saat kita mengiris bawang, seperti diulas dalam panduan
kenapa bawang bikin menangis.
Agar proses di dalam baglog
berjalan baik, perawatan harian perlu dilakukan dengan benar, mulai dari
penataan rak hingga cara menyemprot.
Rak Berjarak 30 Sentimeter
dari Tanah Mencegah Hama
Baglog diletakkan di atas rak
kayu atau bambu dengan rak paling bawah berjarak minimal 30 cm dari tanah untuk
menghindari kelembapan berlebih dan gangguan hama tanah.
Panduan Mitra10 (2025)
menekankan penataan rak sebagai langkah dasar perawatan. Jarak dari tanah
menjaga dasar baglog tetap kering dan membuat sirkulasi udara di sekitar media
lebih lancar.
Rak kayu atau bambu juga perlu
dibersihkan secara berkala karena permukaan yang kotor dapat menjadi tempat
berkembangnya jamur liar dan hama.
Penyusunan Vertikal Memudahkan
Penyiraman
Penyusunan vertikal, yaitu
baglog berdiri, memudahkan proses penyiraman dan sangat cocok apabila kumbung
yang dimiliki tidak terlalu luas.
Pada metode ini, pemilik
kumbung dapat menjangkau banyak baglog dalam satu area sempit. Pengabutan tetap
diarahkan ke udara dan dinding, bukan ke lubang baglog.
Jarak antarbaglog sebaiknya
cukup longgar agar udara tetap mengalir dan tubuh buah memiliki ruang untuk
membesar.
Penyusunan Horizontal Aman
dari Air Berlebih
Penyusunan horizontal pada rak
susun tidur aman dari risiko air masuk berlebihan ke dalam media saat
penyiraman dan mempermudah pemanenan.
Kekurangannya adalah kebutuhan
ruang rak yang lebih luas. Pemilihan metode sebaiknya mengikuti luas kumbung,
jumlah baglog, dan kenyamanan pemilik saat merawat.
Metode ini cocok bagi pemilik
yang mengutamakan kemudahan panen dan memiliki ruang rak yang memadai.
Tiga Hari Pertama Fokus pada
Lantai dan Dinding
Pada 3 hari pertama setelah
tutup baglog dibuka, penyiraman dilakukan pada lantai dan dinding kumbung untuk
menaikkan kelembapan ruangan, bukan pada baglog.
Tahap ini menyiapkan iklim
mikro agar calon jamur muncul dalam kondisi lembap. Kelembapan relatif yang
dituju selama pertumbuhan tubuh buah adalah 80-90 persen.
Pembasahan lantai dan dinding
juga menurunkan suhu ruangan secara perlahan sehingga kondisi kumbung lebih
nyaman bagi calon jamur.
![]() |
| Perbandingan penyusunan baglog vertikal untuk kumbung sempit dan horizontal untuk ruang lebih luas, dengan rak terbawah minimal 30 cm dari tanah. |
Pengabutan Pagi, Siang, dan
Sore
Setelah 3 hari pertama,
pengabutan dengan sprayer halus dilakukan sebanyak 2-3 kali sehari, yaitu pagi,
siang, dan sore.
Semprotkan air hingga
membentuk kabut di udara atau basahi area lantai dan dinding.
Sprayer halus dipilih karena
butiran air yang kecil menaikkan kelembapan udara tanpa membasahi media secara
berlebihan.
Frekuensi dapat disesuaikan
dengan cuaca, misalnya lebih sering saat udara kering, tetapi kelembapan
berlebih saat musim hujan perlu diwaspadai karena memicu ulat.
Penyemprotan Langsung Memicu
Pembusukan
Air tidak boleh disemprotkan
dengan tekanan keras langsung ke lubang baglog atau tubuh buah jamur karena
dapat memicu kebusukan.
Air yang menggenang pada
lubang baglog atau tudung jamur menciptakan kondisi yang disukai cendawan
pengganggu seperti Trichoderma dan Mucor.
Jika muncul miselium hijau,
hitam, atau kuning berlendir, baglog harus segera dikeluarkan dari kumbung.
Pengabutan yang terarah ke
udara dan dinding menjaga kelembapan tanpa menggenangi media tanam.
Pemeriksaan Rutin Menentukan
Waktu Pengabutan
Pemeriksaan rutin pada baglog
dan lantai kumbung menentukan kapan pengabutan perlu ditambah atau dikurangi.
Lantai yang cepat kering,
dinding yang tidak lembap, atau tudung jamur yang tampak kering menandakan
kelembapan kurang.
Sebaliknya, genangan air dan
bau busuk menandakan kelembapan berlebih.
Pencatatan sederhana setiap
hari, seperti jam pengabutan dan kondisi cuaca, membantu pemilik kumbung
melihat pola sehingga perawatan menjadi konsisten.
Kebersihan Harian Mencegah
Ulat
Kebersihan harian dilakukan
dengan membuang sisa tangkai jamur setelah panen karena bonggol yang membusuk
menarik ulat ke dalam baglog.
- Periksa baglog setiap hari untuk melihat tanda cendawan atau ulat.
- Bersihkan sisa tangkai dan bonggol setelah panen.
- Atur sirkulasi udara agar kelembapan tidak berlebih.
- Musnahkan baglog yang terkontaminasi agar tidak menulari baglog lain.
Poin Penting Perawatan Baglog
- Jarak rak dari tanah minimal 30 cm untuk rak
paling bawah.
- Frekuensi pengabutan adalah 2-3 kali sehari
setelah 3 hari pertama penyiraman lantai dan dinding.
- Metode penyusunan vertikal cocok untuk ruang
sempit, sedangkan horizontal lebih aman dari air berlebih.
- Larangan utama adalah menyemprot air
bertekanan keras langsung ke lubang baglog atau tubuh buah.
Kesimpulan
Perawatan baglog jamur tiram
bertumpu pada tiga kebiasaan, yaitu menata baglog di rak yang tinggi,
mengabutkan air 2-3 kali sehari, dan menjaga kebersihan dari sisa tangkai.
Hindari penyemprotan langsung
agar baglog tidak membusuk dan hasil panen tetap terjaga.
Periksa kondisi kumbung setiap
hari dan sesuaikan frekuensi pengabutan dengan cuaca agar kelembapan tetap
berada pada rentang 80-90 persen.

