Semprotan Mikroskopis Bawang Saat Dipotong Menurut Riset Cornell

Daftar Isi
riset-cornell-guillotine-bawang

Semprotan mikroskopis bawang adalah tetesan cairan beraroma sulfur yang terlontar saat pisau menekan lapisan bawang, dengan kecepatan 5 sampai 40 meter per detik.

  • Setiap lapisan bawang berperan seperti ruang kecil yang bertekanan.
  • Tetesan terlontar jauh lebih cepat daripada gerak pisau.
  • Kecepatan semprotan bawang bisa dua kali lipat droplet batuk.
  • Pisau tajam dan potongan lambat mengurangi jumlah tetesan.

ARTIKDIA.WEB.ID - Peneliti Cornell University mengungkap bahwa gas pemicu air mata tidak sekadar menguap perlahan dari irisan bawang.

Studi yang dilaporkan pada Oktober 2025 itu memperlihatkan gas dibawa oleh tetesan mikro yang ditembakkan dengan tenaga mengejutkan.

Gambaran umum fenomena ini tersedia pada artikel pilar Kenapa Bawang Bikin Menangis dan Penjelasan Ilmiah Lengkapnya.

Peneliti Memakai Guillotine Mini dan Kamera Kecepatan Tinggi

Peneliti Cornell menguji pemotongan bawang memakai guillotine mini berbilah beragam, kamera kecepatan tinggi, dan model komputer untuk mengukur kecepatan serta jumlah tetesan.

Bilah yang dipakai berbeda dalam ketajaman, dan kecepatan memotong divariasikan dalam beberapa percobaan.

Pendekatan ini memungkinkan pengaruh tiap faktor dibandingkan secara terukur. Hasilnya diterbitkan di jurnal PNAS pada Oktober 2025.

Tekanan Pisau Membuat Lapisan Bawang Seperti Ruang Bertekanan

Setiap lapisan bawang dibungkus kulit tipis atas dan bawah yang membentuk ruang bertekanan, sehingga tekanan pisau menumpuk sebelum kulit atas akhirnya pecah.

Menurut Cornell Chronicle, ketika pisau menembus kulit atas, tekanan yang terkumpul mendorong keluar kabut tetesan kecil.

Peneliti memakai kamera kecepatan tinggi dan model komputer sederhana untuk merekam proses tersebut. Fenomena fisik ini menjadi bagian penting yang melengkapi penjelasan kimia selama bertahun-tahun.

Menurut abstrak publikasi arXiv, kulit luar bawang yang liat bertindak sebagai penghalang retak, sehingga jaringan di bawahnya terkompresi cukup besar sebelum pecah. Kondisi ini menambah jumlah dan kecepatan tetesan.

lapisan-bawang-ruang-bertekanan
Lapisan bawang berkulit tipis berperan seperti ruang bertekanan yang melontarkan tetesan saat pisau menekan

Kecepatan Tetesan Jauh Melampaui Kecepatan Pisau

Tetesan bawang terlontar 16 sampai 131 kaki per detik atau sekitar 5 sampai 40 meter per detik, jauh di atas kecepatan pisau juru masak.

Pisau juru masak bergerak sekitar 1 meter per detik. Dalam publikasi arXiv, kecepatan memotong manusia diperkirakan berada pada kisaran 0,1 sampai 1,0 meter per detik.

Selisih besar ini menunjukkan tetesan tidak sekadar terbawa gerak pisau. Proses pembentukan tetesan berlangsung dua tahap, yaitu lontaran awal berkecepatan tinggi akibat tekanan internal lapisan pertama, lalu pecahan yang lebih lambat di udara.

Semprotan Bawang Bisa Mencapai Dua Kali Kecepatan Droplet Batuk

Semprotan bawang dapat melaju hingga 40 meter per detik, sementara droplet batuk manusia mencapai paling tinggi sekitar 20 meter per detik menurut Cornell Chronicle.

Cornell Chronicle melaporkan semprotan menjangkau sekitar dua pertiga meter ke udara. Itu sebabnya wajah juru masak mudah terpapar walau menjaga jarak.

Perbandingan ini tidak berarti semprotan bawang menularkan penyakit, melainkan menunjukkan betapa kuatnya energi lontaran dari tekanan internal lapisan.

Temuan ini terbit di jurnal PNAS dan dijelaskan lebih lanjut pada laporan Cornell Chronicle.

Pisau Tumpul dan Gerakan Cepat Menambah Jumlah Tetesan

Pisau tumpul dan gerakan memotong cepat meningkatkan jumlah serta energi tetesan, sedangkan pisau tajam dan potongan lambat menekan jumlah tetesan yang terlontar.

Pisau tumpul menekan lapisan bawang lebih lama sebelum kulit pecah, sehingga tekanan di dalamnya makin besar.

Karena itu rekomendasi para peneliti sederhana, yaitu memakai pisau yang diasah dan memotong perlahan.

Peneliti melaporkan kecepatan potong yang lebih tinggi menghasilkan lebih banyak tetesan, sehingga tempo memotong layak dipertimbangkan.

Fenomena mekanika pada tanaman memang menarik, seperti juga pada rahasia kebun buah naga yang mekar di malam hari.

Patogen di Permukaan Bawang Berpotensi Ikut Tersebar

Mikroorganisme di lapisan terluar bawang berpotensi terbawa dalam tetesan saat bawang dipotong, sehingga bawang sebaiknya dicuci bersih sebelum diiris.

Peneliti Cornell mengingatkan bahwa patogen di permukaan dapat terbungkus tetesan lalu menyebar.

Risikonya bergantung pada kebersihan bawang dan dapur. Artikel ini bersifat informasi umum dan tidak menggantikan arahan keamanan pangan resmi.

Mencuci bawang dan membersihkan talenan setelah memotong menjadi langkah sederhana yang masuk akal.

Kesimpulan

Semprotan mikroskopis bawang terlontar sekitar 5 sampai 40 meter per detik dan bisa dua kali lebih cepat dari droplet batuk.

Gunakan pisau tajam, potong perlahan, dan cuci bawang sebelum diiris. Temuan ini menambah pemahaman fisika dapur sehari-hari, dan langkahnya murah serta mudah diterapkan.

Sumber Rujukan

Jasa Pembuatan Website UMKM
Jasa Pembuatan Website UMKM
Jasa Pembuatan Website UMKM