Pohon Pisang Bukan Pohon, tapi Herba Raksasa: Ini Bukti Botaninya

Daftar Isi
pohon-pisang-herba-raksasa

Pohon pisang bukan pohon sejati, melainkan herba raksasa karena batangnya lunak tanpa lignin, sedangkan buahnya secara botani tergolong buah beri.

  • Pisang adalah herba raksasa. Bagian tegaknya batang semu dari pelepah daun, bukan kayu.
  • Pisang tidak memiliki lignin tebal maupun kambium sekunder.
  • Batang sejatinya bonggol di bawah tanah, dan buahnya tergolong buah beri.
  • Studi Ngancar, Kediri (2017), mencatat 26 genotipe pisang di 10 desa.

Batang Pisang Sebenarnya Batang Semu, Bukan Kayu

Batang pisang yang tampak kokoh sebenarnya batang semu, yaitu gulungan pelepah daun yang lunak, sukulen, dan kaya air, bukan jaringan kayu.

Spesies liar Musa ingens dapat mencapai ketinggian hingga 18 meter atau sekitar 59 kaki.

Namun tinggi badan bukan penentu status pohon. Yang menentukan adalah susunan jaringannya.

Pelepah daun pisang melingkar rapat secara spiral dan saling membungkus, dengan saluran udara dan jaringan sukulen di dalamnya. Para botanis menyebutnya pseudostem atau batang semu.

Pisang Tidak Punya Lignin dan Kambium Sekunder

Pisang tidak memiliki lignin tebal maupun kambium sekunder, dua unsur utama yang membentuk kayu pada pohon sejati dan membuat batangnya terus menebal.

Kambium sekunder pada pohon membentuk kayu kaya lignin dan selulosa tebal. Tanaman pisang tidak memilikinya, sehingga genus Musa disebut herba terbesar di dunia. Catatan taksonominya dapat ditelusuri pada Plants of the WorldOnline milik Royal Botanic Gardens, Kew.

Anggapan Awam

Fakta Botanis

Batang berkayu permanen

Batang semu dari pelepah daun yang lunak dan kaya air

Pohon abadi yang tumbuh terus-menerus

Herba yang berbuah sekali per batang semu, lalu digantikan anakan

Akar tunggang berkayu

Bonggol bawah tanah dengan akar serabut monokotil

Batang Sejati Pisang Tersembunyi di Dalam Tanah sebagai Bonggol

Batang sejati pisang berupa bonggol atau umbi batang yang tumbuh di bawah tanah, lalu mengeluarkan akar serabut khas tumbuhan monokotil.

Akar serabut menyebar dekat permukaan tanah hingga kedalaman efektif 75 sampai 150 sentimeter, dengan laju tumbuh hingga 5 sentimeter per hari pada kondisi optimal.

Setelah berbuah, batang semu mati dan tunas anakan dari bonggol melanjutkan rumpun. Rincian tiap bagian tubuh pisang ada dalam ulasan anatomi tanaman pisang dari bonggol hingga jantung.

Buah Pisang Termasuk Buah Beri dalam Istilah Botani

Dalam istilah botani, buah pisang tergolong buah buni atau beri, dan banyak pisang budidaya berbuah tanpa pembuahan lewat proses partenokarpi.

Buah buni pisang tersusun dalam sisir berisi 10 sampai 16 buah. Pada partenokarpi, daging buah berkembang pesat sementara bijinya mengalami aborsi.

Biji keras hanya ditemukan pada spesies liar atau kultivar tertentu seperti klutuk dan kepok.

Untuk fakta unik tanaman buah tropis lain, simak kisah rahasia kebun buah naga yang mekar di malam hari.

penampang-batang-semu-pisang
Penampang batang semu pisang yang berlapis pelepah daun melingkar dengan saluran udara, dibandingkan dengan batang kayu bercincin tahun.

Genom A dan B Menentukan Rasa serta Ketahanan Pisang

Kontribusi genom A dari Musa acuminata dan genom B dari Musa balbisiana menentukan rasa, kadar pati, dan ketahanan kekeringan berbagai kultivar pisang.

Kelompok Genom

Ciri Utama

Contoh

AA/AAA

Pisang meja, manis, lembut

Ambon, Cavendish

AAB

Pisang olahan, pati sedang hingga tinggi

Raja Bulu, Byar

ABB

Kadar tepung sangat tinggi, tahan kering

Kepok Super, Siam

 Jurnal Produksi Tanaman Universitas Brawijaya (2017) mencatat 26 genotipe pisang di 10 desa Kecamatan Ngancar, Kediri.

Kemiripan terendah hanya 13 persen, antara kepok super dan morosebo. Penjelasan lengkapnya ada pada panduan kelompok genom pisang AA, AAA, AAB, dan ABB.

Salah Kaprah Pisang Berkayu Memicu Kesalahan Budidaya

Menganggap pisang sebagai pohon berkayu membuat petani memakai pemangkasan, pemupukan, dan jarak tanam tanaman keras, padahal pisang adalah herba berair yang berbeda kebutuhannya.

Kesalahan ini dapat membuat pengelolaan lahan kurang optimal, meningkatkan risiko kelayuan vaskular, dan membuat tanaman lebih rentan terhadap angin maupun patogen. Tips umumnya:

  • Perlakukan pisang sebagai herba berair yang batangnya mudah patah oleh angin.
  • Konsultasikan pemupukan dan jarak tanam kepada penyuluh pertanian setempat.

Pisang Strategis bagi Pangan Dunia, tetapi Rentan Penyakit

Pisang menjadi komoditas pertanian terbesar keempat dunia setelah beras, gandum, dan jagung, tetapi perbanyakan klonalnya membuat kebun komersial rentan epidemi penyakit.

Menurut Food and Agriculture Organization (FAO), pisang dibudidayakan di lebih dari 120 negara tropis dan subtropis. 

Keseragaman genetik kebun monokultur membuatnya rentan terhadap layu Panama, Sigatoka, dan Moko, seperti dibahas dalam ulasan penyakit tanaman pisang: Panama, Sigatoka, dan Moko.

Karena banyak patogennya berupa jamur, simak juga penjelasan fungsi dan cara kerja miselium jamur tiram. Pembaca komoditas perkebunan lain dapat membuka manfaat teh, mitos dan fakta dari kebun teh.

Poin Penting Seputar Pohon Pisang

Pisang Termasuk Herba, Bukan Pohon Berkayu

Pisang termasuk herba raksasa karena batangnya tidak berkayu, tanpa lignin tebal dan tanpa kambium sekunder.

Tinggi Pisang Tidak Menentukan Status Pohon

Tinggi tidak menentukan status pohon. Musa ingens bisa mencapai 18 meter, tetapi tetap herba.

Pisang Hanya Berbuah Sekali per Batang Semu

Satu batang semu hanya berbuah sekali, lalu mati dan digantikan tunas anakan dari bonggol.

Biji Pisang Tidak Selalu Ada pada Buah

Biji tidak selalu ada karena mayoritas pisang budidaya berbuah lewat partenokarpi.

Kultivar Pisang Dikelompokkan Berdasarkan Genom

Kultivar dikelompokkan berdasarkan genom A dan B, dengan skoring Simmonds dan Shepherd (1955) yang memakai 15 karakter morfologi.

Kesimpulan

  • Pisang adalah herba raksasa. Batang yang terlihat adalah batang semu, sedangkan batang sejatinya bonggol di bawah tanah.
  • Ketiadaan lignin dan kambium sekunder membuktikan pisang bukan pohon sejati.
  • Pemahaman botani yang tepat membantu petani menghindari kesalahan perawatan.

Jasa Pembuatan Website UMKM
Jasa Pembuatan Website UMKM
Jasa Pembuatan Website UMKM