Cara Agar Tidak Menangis Saat Memotong Bawang Berdasarkan Sains

Daftar Isi
pangkal-akar-bawang-sulfur

Cara agar tidak menangis saat memotong bawang yang paling didukung riset adalah memakai pisau tajam, memotong perlahan, serta menjaga sirkulasi udara di meja potong.

  • Pisau sangat tajam mengurangi tekanan dan pelepasan enzim.
  • Potongan lambat menekan jumlah tetesan yang terlontar.
  • Pangkal akar dipotong paling akhir karena sulfurnya tinggi.
  • Klaim bawang dingin belum terbukti menurut riset Cornell.

ARTIKDIA.WEB.ID - Rasa perih saat mengiris bawang sebenarnya bisa dikurangi tanpa alat khusus. Prinsip kimia dan fisika di balik gas pemicu air mata memberi petunjuk teknik dapur mana yang masuk akal dan mana yang masih sebatas anggapan.

Gambaran umum fenomena ini tersedia pada artikel pilar Kenapa Bawang Bikin Menangis dan Penjelasan Ilmiah Lengkapnya. Berikut teknik yang dirangkum dari riset Cornell University, kajian kimia pangan, dan ulasan medis.

Pisau Sangat Tajam Meminimalkan Tekanan dan Pelepasan Enzim

Pisau yang sangat tajam memotong jaringan sel secara bersih tanpa meregangkan sel, sehingga tekanan menumpuk lebih sedikit dan enzim pemicu gas lebih sedikit terlepas.

Dalam publikasi arXiv, peneliti Cornell melaporkan blade yang lebih tumpul meningkatkan jumlah dan energi tetesan.

Asah pisau secara berkala dan pilih pisau dapur yang masih mulus mata tajamnya. Pisau tumpul menekan lapisan bawang lebih keras sebelum akhirnya memotong, sehingga cairan menyembur lebih cepat.

Menjaga ketajaman pisau berarti mengurangi gas yang sampai ke mata sekaligus membuat memotong lebih nyaman.

Potongan Lambat Mengurangi Jumlah Tetesan yang Terlontar

Memotong bawang dengan gerakan lambat dan stabil mengurangi tetesan yang terlontar, karena tekanan di dalam lapisan bawang meningkat lebih bertahap.

Cornell Chronicle pada 2025 merekomendasikan memotong perlahan dengan pisau yang diasah. Kecepatan memotong manusia berada pada kisaran 0,1 sampai 1,0 meter per detik menurut publikasi arXiv.

Rentang ini cukup lebar sehingga ada ruang untuk memperlambat gerakan. Tempo yang lebih tenang umumnya juga membuat paparan gas berlangsung lebih singkat.

lima-langkah-memotong-bawang
Lima langkah memotong bawang, yaitu mencuci, memakai pisau tajam, menyalakan kipas, memotong perlahan, dan memotong akar paling akhir

Pangkal Akar Sebaiknya Dipotong Paling Akhir

Bagian pangkal dan akar bawang memiliki konsentrasi senyawa sulfur dan enzim pemicu iritasi paling tinggi, sehingga sebaiknya dipotong paling akhir.

Dengan menyisakan bagian itu hingga akhir, paparan gas pada awal proses pengirisan lebih rendah.

Teknik ini sederhana dan tidak memerlukan biaya tambahan. Konsentrasi sulfur yang tinggi di pangkal menjelaskan mengapa bagian itu paling cepat membuat mata berair jika dipotong lebih dulu.

Kipas Angin dan Air Mengalir Membantu Menjauhkan Gas dari Mata

Mengarahkan kipas angin ke meja potong meniup gas PTSO menjauhi wajah, sedangkan memotong di bawah air mengalir melarutkan gas sebelum mencapai kornea.

Kedua cara ini bekerja dari sisi paparan, bukan dari sisi reaksi bawang. Pastikan pisau dan talenan tetap stabil agar aman saat memotong di dekat air.

Pada kipas, arah hembusan perlu menjauhi wajah agar gas tidak berbalik ke mata. Jika tidak ada kipas, jendela terbuka atau ventilasi dapur juga membantu aliran udara.

Mendinginkan Bawang Belum Terbukti Efektif Menurut Cornell

Meski populer, mendinginkan bawang 15 sampai 30 menit belum terbukti mengurangi semprotan, karena Cornell melaporkan bawang dingin tidak mengurangi tetesan dan berpotensi menambahnya.

Peneliti menyebut studi lanjutan masih diperlukan. Karena hasil riset masih berkembang, pembaca dapat mencoba trik yang aman dan nyaman, tetapi sebaiknya tidak bergantung pada satu cara saja.

Membedakan anggapan populer dari bukti ilmiah memang penting, seperti dibahas dalam ulasan manfaat teh antara mitos dan fakta dari kebun teh.

Urutan Langkah Praktis Memotong Bawang di Dapur

Urutan praktis memotong bawang dimulai dari mencuci, mengasah pisau, menyalakan kipas, memotong perlahan, dan menyisakan pangkal akar bawang sampai akhir.

  1. Cuci bawang hingga bersih sebelum dipotong.
  2. Pastikan pisau tajam dan talenan stabil.
  3. Arahkan kipas agar gas bergerak menjauhi wajah.
  4. Iris dengan gerakan lambat dan stabil.
  5. Potong pangkal akar paling akhir, lalu cuci tangan dan talenan.

Langkah ini dapat disesuaikan dengan peralatan dapur yang tersedia di rumah. Talenan yang tidak licin membantu menjaga kestabilan potongan.

Kesimpulan

Kombinasi pisau tajam, potongan lambat, akar dipotong terakhir, serta kipas atau air mengalir adalah langkah paling masuk akal.

Terapkan langkah ini bertahap, mulai dari pisau tajam sebagai langkah paling mendasar. Kebiasaan kecil ini membuat memasak lebih nyaman.

Sumber Rujukan

Jasa Pembuatan Website UMKM
Jasa Pembuatan Website UMKM
Jasa Pembuatan Website UMKM