Skor IELTS dan TOEFL Berapa untuk Kuliah Pertanian di Luar Negeri? Ini Rinciannya
Skor IELTS kuliah pertanian luar negeri berkisar 5.0-5.5 untuk S1, 6.0 untuk S2, dan 6.0 dengan TOEFL iBT 80 pada skema Split-Site Masters Program.
- Skor IELTS 5.0-5.5 umumnya berlaku untuk jenjang S1, sedangkan 6.0 untuk jenjang S2.
- Skema Split-Site Masters Program mensyaratkan kombinasi IELTS 6.0, TOEFL iBT 80, atau PTE Academic 56.
- SAT tidak selalu wajib, tergantung kebijakan test-required, test-preferred, atau test-optional tiap kampus.
- Strategi Superscore bisa dipakai untuk mengejar ambang batas skor beasiswa dari beberapa kali tes.
Salah satu pertanyaan paling sering muncul dari calon
mahasiswa adalah berapa sebenarnya skor bahasa Inggris yang dibutuhkan untuk
kuliah pertanian di luar negeri. Jawabannya bervariasi tergantung jenjang studi
dan skema pendaftaran yang dipilih.
Berapa Skor IELTS untuk
S1 dan S2 Pertanian?
Skor IELTS untuk jenjang S1 pertanian umumnya berada
di rentang 5.0 hingga 5.5, sementara jenjang S2 mensyaratkan skor lebih tinggi
yaitu 6.0.
|
Jenjang / Skema |
IELTS |
TOEFL iBT |
PTE Academic |
|
Sarjana (S1) |
5.0 - 5.5 |
- |
- |
|
Pascasarjana (S2) |
6.0 |
- |
- |
|
Skema SSMP (AAI) |
6.0 |
80 |
56 |
Perbedaan ambang
batas ini masuk akal karena beban akademik di jenjang magister menuntut
kemampuan membaca literatur ilmiah dan menulis laporan riset yang jauh lebih
kompleks dibanding jenjang sarjana.
Apakah TOEFL iBT Bisa
Menggantikan IELTS?
Bisa, terutama pada skema Split-Site Masters Program
yang mengakui TOEFL iBT dengan skor minimal 80 sebagai alternatif dari IELTS
6.0.
Meski begitu, calon mahasiswa tetap perlu mengecek kebijakan masing-masing universitas karena tidak semua kampus menerima ketiga jenis tes bahasa Inggris secara bersamaan.
Beberapa kampus di Inggris misalnya
lebih terbiasa dengan format IELTS Academic dibanding PTE Academic.
![]() |
| Tiga kebijakan SAT untuk kuliah pertanian luar negeri |
Bagaimana Kebijakan SAT
untuk Jurusan Pertanian?
Kebijakan SAT terbagi menjadi tiga kategori yang wajib
dipahami sebelum mendaftar jurusan pertanian di luar negeri.
- Test-Required: wajib bagi lulusan kurikulum nasional Indonesia yang membidik universitas seperti University of Sydney atau UNSW, tanpa skor ini aplikasi tidak akan diproses.
- Test-Preferred: sangat dianjurkan untuk jurusan kompetitif seperti
Teknologi Pertanian guna memperkuat profil kandidat.
- Test-Optional: bersifat pilihan bebas, namun target skor 1350-1450
atau lebih tetap disarankan untuk menembus universitas Top 200 dunia.
Calon mahasiswa perlu membedakan fungsi tiap ujian.
IELTS dan TOEFL mengukur kemahiran bahasa, sementara SAT mengukur logika
akademik dalam bidang matematika dan verbal reasoning.
Apa Itu Strategi
Superscore dan Kapan Digunakan?
Superscore adalah strategi mengambil nilai tertinggi dari setiap bagian tes yang diperoleh dari beberapa kali kesempatan ujian, lalu menggabungkannya menjadi satu skor komposit terbaik.
Strategi ini banyak dimanfaatkan calon mahasiswa untuk
mengejar ambang batas skor beasiswa tertentu, terutama saat hasil tes pertama
belum memenuhi syarat pada salah satu komponen saja, misalnya bagian Matematika
sudah tinggi namun bagian Verbal masih kurang.
Selain memenuhi ambang batas skor, calon mahasiswa
jurusan pertanian dan pangan juga perlu membekali diri dengan kompetensi teknis
pendukung, seperti yang diulas dalam panduan
skill yang dibutuhkan jurusan pangan, agar lebih siap menghadapi kurikulum
berbasis riset di luar negeri.
Takeaways
- Sesuaikan target skor IELTS atau TOEFL dengan jenjang studi, S1 atau S2, sebelum mendaftar tes.
- Cek kebijakan SAT di universitas tujuan agar tidak salah menyiapkan berkas pendaftaran.
- Manfaatkan strategi Superscore bila hasil tes pertama belum memenuhi ambang batas beasiswa.
Sumber referensi: AUG Student Services (2026) dan Australia
Awards in Indonesia (2026).

