Kenapa Sawah Digenangi Air, Padahal Padi Bisa Tumbuh di Tanah Kering? Ini Alasan dan Risikonya

Daftar Isi
padi-di-tanah-kering-dan-sawah-tergenang

Kenapa sawah digenangi air? Karena genangan menekan gulma dan hama, bukan karena padi wajib berendam, dan padi sebenarnya bisa tumbuh di tanah kering.

  • Menggenangi sawah adalah siasat petani sejak lama untuk menenggelamkan gulma dan hama.
  • Padi dapat tumbuh di tanah kering, sehingga genangan tinggi bukan syarat mutlak.
  • Genangan terus-menerus membentuk hardpen dan menghilangkan perkolasi vertikal.
  • Penggenangan 2,5 cm terbukti meningkatkan produktivitas hingga 5 persen dibanding 10 cm.

Apakah padi benar-benar harus ditanam di air?

Tidak. Padi dapat tumbuh subur di tanah kering, dan air yang menggenang di sawah berfungsi terutama sebagai pengendali gulma dan hama, bukan kebutuhan mutlak tanaman.

Anggapan bahwa padi harus berendam sering terdengar di masyarakat. Kenyataannya, sistem menggenangi sawah dikenal sebagai siasat cerdas petani zaman dahulu.

Air yang menggenangi petak membuat banyak gulma dan hama sulit bertahan, sehingga pekerjaan menyiang dan mengendalikan hama menjadi lebih ringan.

Fakta ini menarik bagi pengunjung agrowisata terasering padi, karena pemandangan petak berair yang berkilau ternyata lebih terkait strategi budidaya daripada kebutuhan biologis padi.

Kenapa petani sejak dahulu menggenangi sawah?

Petani menggenangi sawah karena air menenggelamkan gulma dan hama, melunakkan tanah untuk diolah, dan menjaga permukaan petak tetap rata sehingga air terdistribusi merata.

Pengolahan tanah dalam kondisi basah (puddling) memudahkan pembajakan dan penanaman bibit. Selain itu, air membantu menjaga kondisi lahan tetap seragam. Praktik ini diwariskan turun-temurun dan menjadi ciri persawahan irigasi di Indonesia.

Namun praktik yang berlangsung terus-menerus tanpa pengaturan tinggi dan lama genangan dapat mengubah sifat fisika tanah, seperti dijelaskan pada bagian berikut.

Apa yang terjadi pada tanah jika sawah digenangi terus-menerus?

Genangan terus-menerus membentuk lapisan tapak bajak atau hardpen yang kedap air, karena besi dan mangan mengendap sebagai oksida di sekitar butiran tanah lempung.

Pola tanam padi tiga kali dalam setahun pada lahan irigasi, ditambah puddling berulang, memicu pengendapan senyawa besi (Fe) dan mangan (Mn).

Oksida tersebut menyelimuti butiran lempung dan membentuk hardpen di bawah lapisan olah tanah (Slamet, Forum Geografi UMS, Juli 2013).

Hardpen menghambat infiltrasi air hujan ke lapisan yang lebih dalam. Sawah yang seharusnya berfungsi sebagai penampung sementara justru menjadi permukaan yang sulit menyerap air.

Bagaimana hardpen memicu banjir di hilir?

Hardpen meniadakan perkolasi vertikal (Gv = 0), sehingga hujan deras yang melampaui kapasitas pematang langsung menjadi aliran permukaan dan meluap ke hilir.

Neraca air sawah irigasi dapat dituliskan sebagai Is + Re + Ig = S + U + Gv + Gh + Os. Is adalah air irigasi, Re curah hujan, Ig rembesan samping, S simpanan genangan, U evapotranspirasi, Gv perkolasi vertikal, Gh perkolasi samping, dan Os aliran permukaan.

Ketika hardpen terbentuk, Gv bernilai nol sehingga persamaannya menjadi Is + Re + Ig = S + U + Gh + Os.

Tanpa jalur perkolasi ke bawah, kelebihan air hanya punya dua pilihan, yaitu tertahan di petak atau menjadi Os. Saat hujan melampaui kapasitas simpanan pematang, Os melonjak dan memicu banjir meluas di hilir sungai.

genangan-2,5-cm-dan-10-cm
Dua petak sawah dengan tinggi genangan 2,5 cm dan 10 cm dibandingkan menggunakan tongkat ukur.

Apa risiko genangan lebih dari dua bulan?

Genangan lebih dari dua bulan menciptakan kondisi anaerobik yang melarutkan oksida besi dan mangan, melemahkan agregat tanah, dan meningkatkan risiko erosi serta longsor di lereng.

Dalam kondisi anaerobik, besi Fe3+ tereduksi menjadi Fe2+ dan mangan Mn4+ menjadi Mn2+ yang larut. Oksida yang tadinya merekatkan butiran tanah ikut larut, sehingga tanah menjadi lepas (unconsolidated).

Pada sawah berlereng lebih dari 3 persen, tanah yang jenuh dan lepas ini dikombinasikan dengan akar padi yang dangkal, kurang dari 20 cm. Kombinasi tersebut membuat tanah mudah tererosi dan memicu longsor. Hal ini relevan bagi sawah terasering di lereng bukit.

Bagaimana penggenangan dangkal bisa meningkatkan hasil panen?

Penggenangan dangkal 2,5 sampai 5 cm menghemat air, dan genangan 2,5 cm tercatat meningkatkan produktivitas padi hingga 5 persen dibanding genangan 10 cm.

Rekomendasi teknis yang dikembangkan adalah mengubah tinggi genangan dari 10 sampai 20 cm menjadi 2,5 sampai 5 cm (Slamet, Forum Geografi UMS, Juli 2013).

Selain produktivitas yang lebih tinggi, genangan dangkal menyisakan ruang di petak untuk menampung hujan mendadak.

Petani yang ingin mencoba sebaiknya melakukannya bertahap dan memantau kondisi lahan, karena kebutuhan air dapat bervariasi tergantung jenis tanah, varietas padi, dan musim.

Bagaimana cara menghitung tinggi pematang sawah?

Tinggi pematang (Tp) dihitung dengan rumus Tp > V/L + Tg, yaitu volume hujan maksimum per luas areal ditambah tinggi genangan rata-rata.

V adalah volume curah hujan maksimum dalam meter kubik, L adalah luas areal sawah dalam meter persegi, dan Tg adalah tinggi genangan rata-rata dalam meter. Rumus ini memastikan pematang mampu menampung seluruh air hujan tanpa meluap ke hilir.

Contoh dari Slamet (2013): sawah seluas 5 hektare atau 50.000 meter persegi dengan curah hujan maksimum kumulatif 1.000 mm. Karena 1 mm setara 1 liter per meter persegi, volume hujan V = 50.000 meter kubik. Nilai V/L = 50.000 / 50.000 = 1 m. Dengan Tg = 2,5 cm atau 0,025 m, maka Tp > 1 + 0,025 = 1,025 m.

Angka ini menunjukkan skala teoretis untuk menampung seluruh hujan maksimum dalam satu areal.

Dalam praktik, desain per petak perlu disesuaikan oleh penyuluh atau ahli irigasi setempat. Pembahasan menyeluruh tersedia di panduan misteri sawah tergenang air.

Apa saja kesalahan umum dalam menggenangi sawah?

Kesalahan umum meliputi menggenangi sawah terlalu tinggi dan lama, tidak menyediakan drainase, dan membangun pematang tanpa memperhitungkan curah hujan maksimum wilayah.

Genangan yang terlalu tinggi membuang air dan mempercepat hardpen. Drainase yang tidak tersedia membuat air terkumpul di satu titik dan dapat mengikis tanah dari bawah, seperti pada kasus sinkhole sawah Situjuah Batua.

Pematang yang terlalu rendah membuat hujan deras meluap ke hilir. Kesalahan lain adalah tidak memantau kondisi tanah, misalnya munculnya genangan yang tak surut atau retakan tanah di area lereng.

Kesimpulan

  • Genangan sawah adalah siasat menekan gulma dan hama, bukan syarat mutlak padi.
  • Genangan tinggi dan lama membentuk hardpen dan meningkatkan risiko banjir hilir.
  • Penggenangan 2,5 cm tercatat menaikkan produktivitas hingga 5 persen dibanding 10 cm.
  • Hitung tinggi pematang dengan rumus Tp > V/L + Tg dan konsultasikan dengan penyuluh setempat.

Jasa Pembuatan Website UMKM
Jasa Pembuatan Website UMKM
Jasa Pembuatan Website UMKM