Apa yang menyebabkan permintaan tenaga ahli ESG di sektor agribisnis terus mengalami peningkatan?

Permintaan tenaga ahli ESG di sektor agribisnis terus mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan oleh kewajiban yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan pelaporan keberlanjutan bagi pelaku usaha.
Akibatnya, perusahaan-perusahaan di bidang pertanian dan perkebunan memerlukan tenaga ahli yang dapat menginterpretasikan mandat regulasi tersebut.
Skill dan Sertifikasi Apa yang Mendukung
Karier di Green Economy?
Lulusan agribisnis yang ingin berkarier di green economy perlu memahami kerangka regulasi ESG, memiliki kemampuan analisis dampak lingkungan, serta terbiasa menyusun laporan keberlanjutan.
Sertifikasi kompetensi di bidang manajemen
lingkungan atau keberlanjutan dari lembaga yang diakui dapat menjadi nilai
tambah saat melamar posisi ini.
Bagaimana Prospek Karier Green Economy bagi
Lulusan Agribisnis?
Sektor green economy menjadi salah satu jalur karier dengan prospek yang terus berkembang bagi lulusan agribisnis, seiring makin ketatnya mandat regulasi keberlanjutan di Indonesia.
Pemahaman regulasi ESG, analisis dampak lingkungan, dan kemampuan
menyusun laporan keberlanjutan menjadi bekal utama untuk mengisi posisi seperti
Analis Investasi ESG maupun Konsultan Karbon.
Artikel ini merupakan bagian dari pembahasan lebih luas mengenai 12 Peluang Karier Lulusan Agribisnis di Indonesia, dari Startup Agritech hingga Perbankan.
Published by Anggun Tri Stya Ningrum (Tri)
