GBK: Ukuran Lapangan, Fasilitas, dan Kapasitas

Daftar Isi

GBK: Ukuran Lapangan, Fasilitas, dan Kapasitas

Artikdia - Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) merupakan ikon olahraga sekaligus landmark nasional Indonesia.

Semenjak ditetapkan awal kali pada tahun 1962 dalam rangka Asian Permainan IV, stadion ini sudah jadi saksi bisu bermacam peristiwa berolahraga politik, sampai konser dunia.

Dengan sejarah panjang, kapasitas yang megah, serta fasilitas yang terus diperbarui, GBK menempati posisi penting dalam peta stadion terbesar dan paling modern di Asia Tenggara. 

Artikel ini akan membahas secara detail ukuran lapangan, kapasitas, serta fasilitas yang tersedia di GBK, sehingga dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai kemegahan stadion kebanggaan Indonesia ini.


Sejarah Singkat GBK

Pembangunan Stadion Utama Gelora Bung Karno dimulai pada tahun 1960 atas prakarsa Presiden Soekarno. Tujuan utama pembangunan adalah untuk menunjukkan kebangkitan bangsa Indonesia di mata dunia melalui penyelenggaraan Asian Games 1962. 

Dengan kapasitas awal lebih dari 120.000 penonton, stadion ini menjadi salah satu yang terbesar di dunia pada masanya. Seiring berjalannya waktu, berbagai renovasi dilakukan, khususnya menjelang Piala Asia 2007 dan Asian Games 2018, sehingga fasilitas stadion tetap relevan dengan standar internasional.

 

Ukuran Lapangan Stadion Utama GBK

Salah satu aspek penting dalam stadion internasional adalah ukuran lapangan. Stadion Utama GBK memiliki lapangan dengan spesifikasi yang sesuai standar FIFA, yaitu:

  • Panjang lapangan: 105 meter
  • Lebar lapangan: 68 meter
  • Jenis rumput: Rumput hibrida berstandar internasional (Zoysia matrella yang dipadukan dengan teknologi serat sintetis)
  • Sistem drainase: Modern dan efektif, memungkinkan lapangan tetap layak digunakan meskipun terjadi hujan deras.

Ukuran ini menjadikan GBK sangat ideal untuk pertandingan sepak bola internasional, serta memenuhi persyaratan untuk turnamen bergengsi seperti Piala Dunia U-20 (yang sempat dijadwalkan pada 2023).

Selain lapangan utama, stadion ini juga memiliki lintasan atletik dengan standar internasional, yang memungkinkan penyelenggaraan berbagai cabang olahraga selain sepak bola.

Kapasitas Penonton

Sejak awal berdirinya, GBK dikenal sebagai stadion dengan kapasitas luar biasa. Berikut adalah perkembangan kapasitasnya:

  • Dini pembangunan (1962): ±120.800 pemirsa menjadikannya salah satu stadion terbanyak di dunia.
  • Pasca renovasi (2007): kapasitas berkurang menjadi sekitar 88.306 penonton demi kenyamanan dan keamanan.
  • Renovasi terbaru (2016–2018): kapasitas resmi ditetapkan sebesar 77.193 penonton dengan seluruh tempat duduk menggunakan kursi individual (single seat).

Dengan kapasitas tersebut, GBK saat ini jadi stadion terbanyak di Indonesia sekalian salah satu yang terbanyak di Asia Tenggara. Sistem keamanan dan akses keluar-masuk juga ditingkatkan, sehingga alur evakuasi penonton dapat dilakukan dengan cepat dan efisien.

GBK: Ukuran Lapangan, Fasilitas, dan Kapasitas

Fasilitas Stadion Utama GBK

Fasilitas yang tersedia di GBK dirancang untuk mendukung kegiatan olahraga, hiburan, hingga acara internasional. Beberapa fasilitas utama meliputi:

1. Fasilitas Olahraga

  • Lapangan utama berstandar FIFA dengan rumput hibrida.
  • Lintasan atletik delapan jalur sesuai standar International Association of Athletics Federations (IAAF).
  • Papan skor digital raksasa dengan mutu layar LED modern.
  • Sistem pencahayaan canggih dengan lebih dari 600 lampu LED, memungkinkan siaran televisi berkualitas tinggi hingga resolusi 4K.

2. Fasilitas Penonton

  • Kursi single seat yang nyaman dengan material tahan cuaca.
  • Atap kanopi yang melingkupi hampir seluruh kursi penonton untuk melindungi dari hujan maupun panas.
  • Ruang VIP dan VVIP yang dilengkapi fasilitas premium.
  • Ruang difabel dengan akses khusus ramah kursi roda.
  • Toilet modern tersebar di berbagai titik stadion.
  • Gerai makanan dan minuman dengan variasi menu lokal maupun internasional.

3. Fasilitas Pendukung

  • Sistem keamanan terpadu memakai KAMERA PENGAMAN serta metal detector.
  • Jalur evakuasi yang memadai untuk menjamin keselamatan penonton.
  • Ruang konferensi pers serta media center dengan kapasitas besar.
  • Ruang ganti pemain yang luas dengan fasilitas pemulihan fisik.

4. Area Kompleks GBK

Stadion Utama hanya bagian dari Kompleks Olahraga GBK. Di dalam kawasan ini juga terdapat:

  • Istora Senayan (untuk bulu tangkis dan olahraga indoor).
  • Aquatic Center (kolam renang berstandar Olimpiade).
  • Tennis Indoor & Outdoor.
  • Lapangan panahan, basket, dan fasilitas jogging track.
    Kehadiran fasilitas ini menjadikan kawasan GBK sebagai pusat olahraga terpadu yang tidak hanya mendukung kegiatan profesional, tetapi juga rekreasi masyarakat umum.

 

Renovasi dan Modernisasi

GBK telah mengalami beberapa kali renovasi besar. Yang sangat signifikan merupakan renovasi menjelang Asian Permainan 2018, di mana stadion diperbarui dengan teknologi terkini. Perubahan utama antara lain:

  • Pemasangan kursi single seat berstandar FIFA.
  • Peningkatan sistem pencahayaan hingga 3.500 lux.
  • Penggantian papan skor digital beresolusi tinggi.
  • Peningkatan keamanan dengan pemasangan ratusan CCTV.
  • Pemasangan atap baru dengan desain modern.

Renovasi ini tidak hanya membuat GBK semakin megah, tetapi juga meningkatkan daya saingnya dengan stadion-stadion internasional lainnya.

Fungsi dan Pemanfaatan

Tidak hanya jadi venue utama berolahraga GBK pula berperan selaku tempat penyelenggaraan bermacam kegiatan antara lain:

  • Kompetisi olahraga internasional seperti Asian Games, SEA Games, Piala Asia, hingga laga FIFA Matchday Timnas Indonesia.
  • Konser musik berskala global dari artis dunia seperti Metallica, Guns N’ Roses, BTS, hingga Coldplay.
  • Acara nasional seperti upacara kenegaraan, perayaan HUT RI, hingga kegiatan keagamaan.

Fleksibilitas pemanfaatan ini menampilkan kalau GBK bukan semata-mata stadion, melainkan pusat kegiatan budaya serta hiburan Indonesia.

 


Perbandingan dengan Stadion Dunia

Jika dibandingkan dengan stadion besar dunia, GBK memang tidak lagi menempati posisi teratas dalam hal kapasitas, karena beberapa stadion di Amerika Latin dan Eropa memiliki daya tampung lebih besar. 

Apalagi bagi berdasarkan banyak pengamat, renovasi GBK tahun 2018 menempatkannya selaku salah satu stadion dengan sistem pencahayaan terbaik di Asia.

Stadion Utama Gelora Bung Karno merupakan simbol kebanggaan bangsa Indonesia yang tidak hanya berfungsi sebagai arena olahraga, tetapi juga sebagai pusat kegiatan budaya, hiburan, dan kenegaraan. 

Dengan dimensi lapangan cocok standar FIFA, kapasitas lebih dari 77 ribu pemirsa dan sarana modern yang menunjang kenyamanan serta keamanan, GBK terus menampilkan kedudukannya selaku stadion kelas dunia.

Renovasi yang dilakukan menjelang Asian Games 2018 menjadikan stadion ini semakin layak menjadi tuan rumah berbagai ajang internasional. 

Keberadaan GBK tidak hanya memperkuat identitas olahraga Indonesia, tetapi juga mencerminkan semangat bangsa yang selalu ingin berdiri sejajar dengan dunia.

Jasa Pembuatan Website UMKM
Jasa Pembuatan Website UMKM
Jasa Pembuatan Website UMKM