Cara Budidaya Sorgum Pakan Ternak
Artikdia - Di tengah meningkatnya biaya pakan komersial, peternak cerdas mulai beralih ke solusi pakan alternatif yang lebih ekonomis dan berkelanjutan. Salah satu tanaman yang paling menonjol adalah sorgum.
Dikenal sebagai tanaman super yang tahan kekeringan, sorgum menawarkan potensi luar biasa sebagai sumber hijauan pakan ternak berkualitas.
Tetapi, untuk memperoleh hasil yang maksimal, dibutuhkan
uraian mendalam tentang metode budidayanya.
Artikel ini
adalah panduan komprehensif Anda, mengupas tuntas cara budidaya sorgum pakan
ternak mulai dari pemilihan benih hingga waktu panen yang tepat. Ayo, mari kita
mulai ekspedisi menanam pakan bermutu untuk ternak Anda.
Memilih Varietas Sorgum Terbaik untuk Pakan
Langkah awal yang sangat krusial dalam metode budidaya sorgum pakan ternak merupakan memilih varietas yang pas.
Pilihan Anda akan sangat menentukan kuantitas dan
kualitas pakan yang akan dihasilkan. Secara umum, ada tiga kategori utama
varietas sorgum untuk pakan:
Sorgum Pakan (Forage Sorghum)
Ini adalah pilihan paling populer untuk tujuan hijauan. Varietas ini, seperti Sorghum-Sudangrass Hybrids, dirancang untuk menciptakan biomassa (batang serta daun) yang sangat besar.
Ciri utamanya adalah batang yang tinggi, berdaun lebat, dan
manis. Sangat ideal untuk diolah menjadi silase atau diberikan sebagai pakan
segar.
Sorgum Biji (Grain Sorghum)
Jika tujuan Anda adalah menghasilkan konsentrat berenergi tinggi, sorgum biji adalah jawabannya. Varietas ini fokus pada produksi biji yang melimpah.
Walaupun
biomassanya tidak sebanyak sorgum pakan, bijinya bisa mengambil alih jagung
dalam ransum ternak dengan nutrisi sorgum yang sebanding.
Sorgum Tujuan Ganda (Dual-Purpose)
Varietas
ini menawarkan keseimbangan antara produksi biji dan biomassa. Ini adalah
pilihan fleksibel bagi peternak yang ingin memanfaatkan biji dan juga hijauan
dari satu tanaman yang sama.
Panduan: Pilihlah benih sorgum unggul yang
bersertifikat dan telah terbukti adaptif dengan kondisi lahan di daerah Kalian.
Persiapan Lahan Tanam Sorgum
Sorgum
dikenal selaku tumbuhan yang adaptif di pertanian lahan kering, tetapi
persiapan lahan yang baik akan mengoptimalkan potensinya.
Pengolahan Tanah
Lahan wajib dibersihkan dari gulma serta sisa tumbuhan sebelumnya. Lakukan pembajakan ataupun pencangkulan sedalam 20-30 cm untuk menggemburkan tanah.
Tanah yang gembur akan menolong pangkal sorgum tumbuh dengan baik, meresap air serta nutrisi secara efektif.
Bila pH tanah sangat asam (di bawah 5.5), pertimbangkan
untuk memberikan kapur pertanian ataupun dolomit sebagian pekan sebelum tanam.
Pembuatan Bedengan
Meskipun
sorgum tahan genangan sesaat, sistem drainase yang baik tetap penting. Buatlah
bedengan dengan lebar dekat 1-1.5 meter serta parit di antara bedengan untuk
mengalirkan kelebihan air dikala masa hujan.
Teknik Penanaman Benih yang Efektif
Metode
menanam sorgum yang pas akan memastikan kerapatan tumbuhan yang sempurna serta
perkembangan yang seragam.
Waktu Tanam
Waktu tanam
terbaik adalah pada awal musim hujan untuk memanfaatkan ketersediaan air alami.
Namun, karena sorgum tahan kering, penanaman di musim kemarau juga dimungkinkan
jika ada sumber irigasi.
Metode Penanaman
Gunakan
metode tugal dengan membuat lubang tanam sedalam 3-5 cm. Masukkan 2-3 benih per
lubang tanam. Jarak tanam yang direkomendasikan adalah:
- Untuk Sorgum Pakan/Silase: Jarak lebih rapat, sekitar 70 cm antar baris dan 15-20 cm dalam baris.
- Untuk Sorgum Biji: Jarak lebih renggang, sekitar
75 cm antar baris dan 25-30 cm dalam baris untuk memberikan ruang bagi
perkembangan malai (bunga).
Sehabis
benih dimasukkan, tutup kembali lubang tanam dengan tanah halus.
Manajemen Pemupukan dan Pengairan
Nutrisi
serta air merupakan kunci perkembangan sorgum yang produktif serta subur.
Jadwal Pemupukan Sorgum
Pemupukan
dilakukan dalam dua tahap utama untuk memastikan ketersediaan nutrisi sepanjang
siklus pertumbuhan.
- Pemupukan Dasar: Diberikan saat tanam atau bersamaan dengan pengolahan tanah terakhir. Pakai pupuk yang memiliki faktor Nitrogen (N), Fosfor (P), serta Kalium (K) secara seimbang. Pupuk kandang ataupun kompos pula sangat disarankan untuk membetulkan struktur tanah.
- Pemupukan Susulan: Dilakukan saat tanaman berumur
sekitar 30-40 hari setelah tanam. Fokuskan pada pupuk Nitrogen (seperti
Urea) untuk merangsang pertumbuhan vegetatif (batang dan daun).
Kebutuhan Air dan Pengairan
Fase paling kritis kebutuhan air pada sorgum adalah pada saat awal pertumbuhan dan saat pembungaan hingga pengisian biji.
Walaupun tahan kering, yakinkan tumbuhan tidak hadapi kekeringan ekstrem pada fase-fase ini.
Lakukan pengairan jika
tidak ada hujan selama lebih dari dua minggu, terutama di lahan tadah hujan.
Pengendalian Hama dan Penyakit Umum pada Sorgum
Walaupun
relatif tahan banting, sebagian hama tumbuhan sorgum serta penyakit senantiasa
butuh diwaspadai.
Hama yang Sering Menyerang
- Penggerek Batang: Larva hama ini melubangi batang serta bisa menimbulkan tumbuhan mati.
- Kutu Daun (Aphids): Melanda pucuk serta daun muda, membatasi perkembangan.
- Burung: Menjadi hama utama saat fase
pengisian biji, memakan biji-biji pada malai.
Pengendalian: Lakukan pemantauan rutin. Untuk burung, bisa digunakan jaring atau orang-orangan sawah.
Pengendalian hama lain
dapat dilakukan secara mekanis atau menggunakan insektisida nabati/kimiawi
sesuai anjuran dan jika serangan sudah masif.
Penyakit Umum
- Karat Daun: Bercak berwarna karat pada daun yang bisa mengurangi area fotosintesis.
- Antraknosa: Menyebabkan busuk pada batang
dan malai.
Pencegahan: Gunakan benih yang sehat dan tahan
penyakit, serta terapkan rotasi tanaman untuk memutus siklus hidup patogen.
Menentukan Waktu Panen Ideal untuk Nutrisi Maksimal
Waktu panen
sorgum untuk silase atau biji sangat menentukan kualitas nutrisi yang akan
didapatkan. Salah waktu panen bisa berarti kehilangan potensi pakan terbaik.
Panen untuk Hijauan atau Silase
Waktu panen terbaik merupakan dikala biji terletak pada fase matang susu ataupun adonan lunak (soft dough stage).
Biasanya ini terjadi sekitar 85-100 hari
setelah tanam. Pada fase ini:
- Kandungan gula pada batang sedang tinggi-tingginya.
- Kandungan nutrisi (protein dan energi) pada seluruh bagian tanaman berada di titik puncak.
- Kadar air ideal untuk proses
fermentasi silase.
Potong
segala tumbuhan dekat 10-15 cm dari permukaan tanah.
Panen untuk Biji
Bila sasaran Kamu merupakan biji sorgum, tunggulah sampai biji benar-benar matang fisiologis.
Tandanya adalah biji sudah keras, sulit ditekan dengan kuku, dan lapisan hitam (black layer) sudah terbentuk di pangkal biji.
Panen
dilakukan dengan memotong malainya saja, kemudian dijemur dan dirontokkan.
Dengan
mengikuti panduan lengkap cara budidaya sorgum pakan ternak ini, Anda tidak
hanya menanam tanaman, tetapi juga berinvestasi pada kemandirian pakan dan
profitabilitas usaha ternak Anda. Selamat mencoba!



