Roemah Kopi Berontoseno Legenda Kopi dan Ruang Komunitas Surabaya
Artikdia - Surabaya, sebagai kota metropolitan, memiliki banyak kedai kopi modern. Namun di tengah maraknya tren kopi kekinian, ada satu nama yang tetap bertahan sebagai legenda: Roemah Kopi Berontoseno.
Kedai kopi ini berdiri sejak tahun 2000-an awal dan dikenal sebagai salah satu pionir kafe kopi lokal di Surabaya sebelum tren third wave coffee menjamur. Berada di kawasan Jalan Indragiri, Roemah Kopi Berontoseno bukan sekadar kedai kopi, melainkan simbol pertemuan budaya, sejarah kopi Indonesia, dan komunitas lintas generasi.
Inspirasi dari Tradisi Kopi Nusantara
Nama “Berontoseno” diambil dari tokoh pewayangan Jawa, cucu Arjuna yang dikenal sebagai pejuang tangguh. Filosofi itu tercermin dalam semangat pendirinya untuk memperjuangkan kopi lokal Nusantara agar lebih dihargai di tanah sendiri. Sejak awal berdiri, Roemah Kopi Berontoseno berkomitmen menggunakan biji kopi dari berbagai daerah Indonesia—mulai dari Aceh, Toraja, Flores, hingga Jawa Timur sendiri.
Hal ini menjadikan Roemah Kopi bukan hanya tempat nongkrong, melainkan juga etalase cita rasa kopi Nusantara yang diperkenalkan kepada publik.
Suasana Klasik dan Hangat
Salah satu daya tarik utama Roemah Kopi Berontoseno adalah suasananya. Bangunan bergaya rumah tua dengan interior kayu, kursi rotan, dan pencahayaan hangat menciptakan atmosfer klasik yang nyaman. Pengunjung seakan diajak kembali ke era 80–90-an, ketika kedai kopi masih sederhana namun penuh kehangatan.
Ruang untuk Semua Kalangan
Tidak ada kesan eksklusif di sini. Pelanggan Roemah Kopi datang dari berbagai kalangan: mahasiswa, pekerja kantor, seniman, hingga wisatawan. Semua bisa duduk berdampingan tanpa sekat sosial. Suasana egaliter ini membuat Roemah Kopi menjadi ruang sosial yang akrab, di mana siapa pun bisa merasa diterima.
Meja Panjang, Diskusi Panjang
Ciri khas lainnya adalah meja panjang yang sering dipakai untuk diskusi komunitas. Mulai dari obrolan politik ringan, musik, hingga rencana acara sosial, semua pernah lahir dari meja-meja di Roemah Kopi. Tempat ini tak ubahnya “ruang tamu kota” yang terbuka untuk ide-ide baru.
Menu Kopi yang Melegenda
Roemah Kopi Berontoseno dikenal karena keberaniannya memperkenalkan kopi asli Nusantara dengan metode seduh tradisional maupun modern.
Kopi Tubruk dan Saring
Sejak awal, menu kopi tubruk menjadi andalan. Kopi hitam yang disajikan dengan cara sederhana ini ternyata mampu memikat banyak orang. Bagi pengunjung asing, kopi tubruk memberikan pengalaman autentik minum kopi ala Indonesia. Sementara bagi warga lokal, rasanya membawa nostalgia minum kopi bersama keluarga di rumah.
Selain tubruk, ada juga kopi saring, kopi susu, dan varian kopi khas daerah. Setiap sajian punya cerita asal-usul: biji Aceh Gayo dengan aroma rempah, Toraja dengan keasaman halus, atau Flores Bajawa dengan aftertaste cokelat.
Perkenalan Metode Modern
Meski dikenal sebagai kedai kopi tradisional, Roemah Kopi juga membuka diri pada metode modern seperti V60, French Press, dan Syphon. Hal ini menjadi jembatan antara penikmat kopi klasik dan generasi baru yang terbiasa dengan teknik manual brew. Dengan demikian, Roemah Kopi mampu merangkul berbagai selera tanpa kehilangan identitas.
Peran Komunitas dalam Menjaga Nyawa Roemah Kopi
Lebih dari sekadar tempat minum kopi, Roemah Kopi Berontoseno adalah rumah bagi komunitas. Sejak awal berdiri, tempat ini kerap digunakan untuk acara diskusi budaya, peluncuran buku, pemutaran film indie, hingga pertunjukan musik akustik.
Pusat Pertemuan Seniman dan Aktivis
Banyak seniman Surabaya menjadikan Roemah Kopi sebagai markas informal. Dari diskusi kecil di meja pojok, lahirlah ide-ide pameran seni, pertunjukan teater, hingga konser musik jalanan. Aktivis sosial juga memanfaatkan tempat ini untuk merancang kegiatan kampanye lingkungan atau kegiatan amal.
Ruang Literasi dan Kebebasan Berpendapat
Roemah Kopi Berontoseno punya peran penting sebagai ruang literasi. Beberapa komunitas literasi menjadikan tempat ini lokasi rutin untuk diskusi buku. Sifatnya yang terbuka dan non-formal membuat siapa pun merasa bebas untuk mengutarakan pendapat. Inilah yang membuat Roemah Kopi istimewa: ia bukan hanya kedai kopi, tetapi juga ruang demokrasi kultural.
Bertahan di Tengah Gempuran Tren
Seiring berkembangnya tren coffee shop modern dengan desain instagrammable, Roemah Kopi menghadapi persaingan ketat. Namun, keunggulannya justru terletak pada keaslian dan konsistensi. Banyak pelanggan setia yang lebih memilih kehangatan Roemah Kopi dibanding kafe modern yang terkadang hanya menawarkan visual.
Harga Terjangkau dan Akses Mudah
Salah satu alasan lain Roemah Kopi tetap diminati adalah harganya yang ramah di kantong. Dibanding kafe modern yang sering memasang harga tinggi, Roemah Kopi tetap menjaga harga agar terjangkau mahasiswa dan pekerja. Lokasinya yang strategis di pusat kota juga memudahkan akses.
Adaptasi yang Perlahan
Meski mempertahankan nuansa klasik, Roemah Kopi juga melakukan adaptasi. Kini mereka menyediakan Wi-Fi gratis, memperluas menu makanan ringan, dan menambah variasi minuman non-kopi. Namun semua dilakukan tanpa mengubah identitas inti: kopi Nusantara dan suasana akrab.
Simbol Identitas Surabaya
Roemah Kopi Berontoseno telah menjadi bagian dari identitas kota Surabaya. Seperti Zangrandi yang identik dengan es krim tempo dulu, Roemah Kopi identik dengan kopi dan komunitas. Ia mencerminkan wajah Surabaya yang egaliter, terbuka, dan penuh energi kreatif.
Dukungan Pemerintah dan Komunitas
Beberapa kali, pemerintah kota Surabaya menggandeng Roemah Kopi untuk acara kebudayaan. Hal ini menunjukkan pengakuan bahwa tempat ini bukan hanya usaha kuliner, tetapi juga aset budaya. Komunitas pecinta kopi dan heritage juga aktif mempromosikan Roemah Kopi sebagai salah satu destinasi wajib bagi wisatawan yang ingin merasakan Surabaya dari sisi lokal.
Lebih dari Sekadar Secangkir Kopi
Roemah Kopi Berontoseno bukan sekadar kedai kopi, melainkan ruang yang menyatukan orang-orang, ide-ide, dan budaya. Ia mengajarkan bahwa kopi bukan hanya minuman, melainkan medium untuk bercerita, berdiskusi, dan membangun jejaring sosial. Di tengah gempuran tren kopi modern, Roemah Kopi tetap teguh berdiri dengan karakter khasnya. Ia adalah bukti bahwa otentisitas, komunitas, dan konsistensi adalah resep utama untuk menjadi legenda.